Posted on

Betulkah Objektif = Benar?

Tersebutlah seorang pria berbadan kekar sedang mengambil air dari gunung. Seperti halnya air tanah pada umumnya, air ini begitu jernih, tak berbau, dan tak berasa. Selain itu, air tersebut  juga menyejukkan yang dahaga dan mampu menyegarkan yang dalam lelah. Kemudian ia bawalah air yang demikian itu ke hilir guna ia bagikan kepada yang ia sayangi. Katakanlah orang pertama yang ia berikan air itu adalah ‘si A’, dan orang kedua itu ‘si B’.

Tak lama setelah itu, aku mendatangi si A yang kala itu sedang duduk santai di depan rumah. Ia hidangkan sebuah minuman yang sangat menyegarkan, warnanya menarik, dan manis sekali. Kutanya si A itu, ‘dari mana anda dapatkan air ini? sangat lezat sekali’. Ia jawab, ‘ini adalah air gunung’. Aku pun hanya bisa mengangguk diam dan kemudian pulang.

Kawanku, fulan, datang kepada si B di sore hari ketika waktu itu si B sedang bersantai membaca koran. Fulan menyapa si B dengan sok dekat, ‘selamat sore, si B! Anda sedang apa? apa yang sedang anda minum itu?’ sembari menunjuk sebuah cangkir. ‘oh, sini-sini! saya sedang membaca koran dan minum secangkir kopi. cicipilah, nak! ini enak sekali’. Fulan pun menghampiri dan mencoba kopi yang hitam kental itu. ‘wuuuuhh, pahit sekaliiiiii!! aih, dari mana anda dapat air ini?’ tanya Fulan. ‘Ini adalah air gunung’. Fulan pun mengangguk dan pulang.

Dalam perjalanan menuju ke kampus, saya bertemu kawanku, si Fulan itu. Aku sangat senang bersemangat ingin menceritakan soal air gunung yang aku dapat dari si A kemarin. Ketika aku ceritakan apa yang kudapat, bahwa air gunung itu begitu menyegarkan, warnanya menarik, dan rasanya enak, saya terheran kenapa Fulan membantah dengan semangat. ‘Apa-apaan, kau? Air gunung itu pahit, hitam kental, tidak enak. Yang kau dapat dari si A itu bukan air gunung, Kawan. Kau ditipu!’ . Loh, aku jelas tidak terima dengan apa yang ia katakan itu. Aku jelas-jelas dapat air gunung langsung dari si A. Dan benar jika air itu sangat menyegarkan, dan enak.

Mau tak mau, debat kusir tak bisa dihindarkan. Sampai akhir pun, aku tetap berpendapat, air gunung itu enak. titik.

Bagiamana, saudaraku terkait cerita yang sangat fiktif itu? Apakah tokoh ‘aku’ dan ‘fulan’ tidak objektif? Tapi apakah mereka mengungkapkan kebenaran? Mari kita telaah.
bicara kebenaran, tentunya yang ilmiah, tak bisa kita lepas dari kriteria-kriterianya yaitu Objektifitas, Sistematika, Analitika, Metodologi. Kali ini, mari kita bicara objektifitas. Satu hal yang luput dari kita mengenai objektif adalah, SUMBER BERITA. Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang menemui sebuah peristilahan, maka tanyakanlah siapa yang pertama kali mengungkapkan istilah itu. Dalam hal ini, air menganalogikan sebuah peristilahan. Bayangkan kasus itu. Sebuah istilah, pertama kali dikeluarkan oleh orang dan ia sampaikan kepada banyak orang. Apa yang ia sampaikan kepada banyak orang itu sama dan serupa. Tidak ada beda. Tetapi ketika pihak lain bertanya soal peristilahan itu kepada orang kedua, yang ia dapat bukanlah air murni lagi, tetapi sudah menjadi air campuran teh, sirup, ataupun kopi. Begitu juga peristilahan. Sudah ada unsur subjektifitas di dalamnya. Sudah bukan air murni lagi. Sehingga peristilahan pun juga pada akhirnya akan berbeda maknanya. Intinya, saduaraku, kita jadilah objektif, yang memperhatikan sumber istilah. Ketika kita menghadapi sebuah istilah, ataupun definisi, janganlah yakin untuk mengungkapkan dengan tanpa data. Bicara definisi, buka saja kamus.

🙂 sekiaaan

Advertisements

About adecandrahs

sangat suka one piece dan musik rock, khususnya angkatan 70an. termasuk salah satu yang percaya bahwa kebaikan itu momentum, sedangkan kebenaran itu tetap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s