Posted on

Tentang Memelihara Gagasan

re-write from my twitter account

Sering kali, menulis itu menjadi pelampiasan kegundahan bagi saya.. Dan acap kali, tulisan saya pada masa lalu sungguh beda dg sekarang. Ketika saya dihadapkan pada tulisan masa lalu, saya melihat bagaimana pola pikir saya pada saat itu.. Dan mungkin itu berbeda dg sekarang. Maka disinilah sebenarnya letak dari esensi menulis yang notabene adalah bentuk ungkapan hati & pemikiran. Yaitu bahwa pemikiran itu berubah. Menulis adl bentuk pengendapan dari apa yang kita rasakan dan pikirkan. Krn sebuah pemikiran itu cnderung spontan, maka menulis mjd penting. Saya pernah menulis sebuah artikel di blog saya mengenai ‘menulis’. Ketika itu saya menyebut ‘menulis’ sebagai ‘memelihara sebuah gagasan’. Kenapa saya sebut demikian? karena memang gagasan itu tidak akan selamanya tinggal dalam pemikiran kita.. Gagasan baru selalu muncul.. Maka, menulis sebuah gagasan sama dengan memelihara gagasan itu sendiri. Karena kita tahu, manusia itu fana sedangkan gagasan itu tidak..Gagasan tidak pernah musnah dan selalu ada.. Tetapi ketika gagasan itu tidak diendapkan, maka mereka menghilang dalam bayang..

“orang itu kini berbaring lemah tak berdaya.. sementara pikirannya menjangkau luasnya langit..” cont.
“tapi apadaya ketika hanya sebuah papan nama dan iringan doa yang menyambutnya.. mengubur semua gagasan bersamanya..”

Perhatikan bait tersebut.. Kita menyaksikan bahwa orang yang punya gagasan tapi dipendam, maka gagasan itu akan terkubur bersamanya. Bahkan keturunan mereka pun tidak akan mengenal mereka.. Bayangkan ketika orang itu adalah kita.. Kita punya cerita, ideologi, dan gagasan. Tetapi kita tidak tuangkan dalam sebuah hal yang abadi dan tak lekang zaman.. Maka, sia-sialah gagasan kita dulu.. sia-sialah pemikiran kita. Baiklah, mari kita pikirkan sejenak! kenapa sebuah wahyu bisa terjaga sekian lama, sehingga tidak hanya segelintir orang yang tahu? Kenapa sebuah ilmu pengetahuan bisa berkembang sedemikian rupa, sehingga tidak sedikit orang mempelajarinya? Kenapa sebuah gagasan bisa dikenang orang, bahkan dikenal oleh berjuta orang setelah hidupnya? Dan kenapa kita bisa tahu hukum Archimedes dan masih saja kita pakai padahal orangnya sudah tiada? ……. Karena wahyu, gagasan, ilmu pengetahuan, dan hukum tsb tidak musnah dan terkubur dalam2. Lalu, bagaimana bisa mereka tidak musnah? Mari kita telusuri dan diskusikan! kita tengok lagi.. Dari mana kita tahu wahyu, ilmu pengetahuan, gagasan, dan hukum itu? Padahal kita tahu bahwa pembawa wahyu, penggagas, dan penemu2 hukum itu telah tiada.. …… Yaitu karena kita ‘MEMBACA’.. .Kita membaca sehingga kita tahu, kita membaca sehingga kita mengenang penggagas, kita membaca seingga yang kita baca itu tidak musnah.. Tapi apakah hanya sampai batas ‘MEMBACA?’ Darimana kita bisa membaca wahyu padahal Tuhan menyampaikan wahyu untuk Nabi? satu jawaban, yaitu karena ada ‘TULISAN’. nah!

Sebuah wahyu ditulis menjadi kitab, sebuah gagasan dan ilmu pengetahuan ditulis jadi buku. Itulah kenapa wahyu dan gagasan itu tidak musnah. Dengan tulisan, berarti kita memelihara sehingga orang setelah kita tahu bagaimana kita padahal mereka tidak bertemu kita..Dengan tulisan, dunia ini berkembang menjadi sedemikian rupa. Bahkan bisa dikatakan, kemajuan hidup adalah karena adanya tulisan. Dengan tulisan, kita menghargai yang lain.. Dengan tulisan, kita memandang orang lain.. Dan dengan tulisan, kita mengerti orang lain.. Maka saya bilang, “MENULISLAH, MAKA ENGKAU TIDAK AKAN MATI” karena memang tulisan itu tidak rusak oleh waktu.. Sedangkan fisik kita lemah.. Bahkan sebuah catatan harian (diary) adalah sebuah tulisan yang bermakna luar biasa dalam kehidupan.. Karena dengan itu kita bisa belajar. Belajar dari masa lalu, instropeksi diri, demi pengembangan menuju yang lebih baik. Pengalaman adalah guru yang berharga. nah! Maka, kenapa kita tidak menulis? padahal kita sudah tahu pentingnya menulis.. Bahkan orang dapat mengetahui karakter kita dari tulisan.. Tidak bisa menulis adalah alasan paling konyol.. Menulis adalah ekspresi diri.. Bentuk tulisan bukan hal yang fundamental.. Marilah, kawan!! kita sama-sama berkepribadian intelektual.. Menulis adalah salah satu dialektik yang luar biasa.. Toh tidak ada ruginya.. Bahkan tulisan kita itupun adalah hiburan saat pilu dan rindu.. Bahkan dengan tulisan, kita menangis dan tertawa. Luar biasa!! emosi ini begitu luar biasa untuk bisa dipermainkan oleh tulisan.. Bahkan sekali ber-Perang pun bisa dipicu dari tulisan.. Begitulah kira-kira esensi dari menulis.. Saya kira pendapat saya ini bisa juga diterima..hehehe.. tapi sekali lagi, ini adalah pendapat

Advertisements

About adecandrahs

sangat suka one piece dan musik rock, khususnya angkatan 70an. termasuk salah satu yang percaya bahwa kebaikan itu momentum, sedangkan kebenaran itu tetap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s