Posted on

Berbicara Pada Hewan

Menyadari akan posisi diri sebagai manusia, membuat aku mengerti akan hakikat hidup
Dimana beban berat bertumpu pada setiap rusuk tubuh ini
Yang terselip didalamnya sebuah bangunan budaya

**

dibalik organ kasat mata, aku tahu betul
Bahwa manusia diberi tanggung jawab memilih atas yang dijadikan doktrin hidupnya
Bahwa ada kewajiban tak bersyarat yang berakhir konsekuensi
karena kita diberi akal yang berpikir

**

Di satu sisi, kita sebut mereka berbeda dari kita
yang mana secara struktur sama serupa
hanya, mereka diberi akal yang bisa berpikir
tapi tak diberi budaya yang dibangun
tak diberi pilihan
sehingga mereka tidak berkewajiban yang berakhir konsekuensi
hewan..
itulah yang terhadap mereka, kita sebut

**

lalu pada hakikat yang demikian, aku terusik
lantas apa bedanya manusia yang tak mau berpikir dengan hewan?
apa bedanya manusia yang tak mau memilih?
apa bedanya manusia yang tak mau membangun budaya?

**

Disinilah aku pada saat ini hidup di rimba belantara
dimana kehidupan saling buru pun jadi legalisasi sistem kehidupan
manusia sudah meng-hewankan dirinya
dan tak ada lagi budaya

**

begitukah, Sulaiman?
kau berbicara pada hewan, atau manusia yang meng-hewankan diri mereka?

**

maka, manusia haruslah memilih, berpikir, dan membangun budaya

Advertisements

About adecandrahs

sangat suka one piece dan musik rock, khususnya angkatan 70an. termasuk salah satu yang percaya bahwa kebaikan itu momentum, sedangkan kebenaran itu tetap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s